Kamis, 25 April 2013




Ketika menjalani mata kuliah  Kewirasuastaan, di akhir mata kuliah menjelang UAS saya di tugaskan untuk membuat sebuah proposal tentang usaha wiraswasta. Sambil menghayal usaha apa kira-kira yang mudah, saya  mengingat pernah mencoba budidaya jamur (walau cuma satu blog dan gagal) dan pernah mengikuti pelatihannya, ya sudahlah tertuju pada pembudidayaan jamur tiram. Setelah mencari informasi sana-sini dan ada sedikit pengalaman mencoba,,, gini proposalnya...


PEMBUDIDAYAAN JAMUR TIRAM

A. PENDAHULUAN

1. Latar belakang pendirian usaha

      Jamur tiram (Pleurotus Ostreatus) adalah jamur yang hidup di kayu mudah dibudidayakan menggunakan substrat serbuk kayu dan diinkubasi dalam kubung. Jamur tiram termasuk jamur pangan potensial yang mempunyai nilai gizi tinggi, dengan kandungan senyawa aktif mampu mengendalikan kesehatan manusia.

      Indonesia termasuk salah satu negara yang dikenal sebagai salah satu negara yang mempunyai keragaman jamur terkemuka di dunia. Beberapa jenis jamur merupakan sumber makanan alternative yang kandungan proteinnya setara dengan daging dan ikan,sehingga komoditas ini disukai oleh semua lapisan masyarakat. Kandungan protein jamur tiram rata-rata 3,5-4% dari berat basah. Berarti proteinnya dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan asparagus dan kubis. Bila dihitung dari berat kering jamur tiram kandungan proteinnya adalah 19-35%; sementara beras 7,3 %; gandum 13,2%; kedelai 39,1 % dan susu sapi 25,2 %. Jamur tiram juga mengandung Sembilan asam-asam amino esensial yang tidak bisa disintesis dalam tubuh yaitu lisin, metionin, triptofan, thrreonin, valin, leusin, isoleusin, histidin dan fenilalanin.  Ditinjau dari aspek biologinya, jamur tiram relative lebih mudah  dibudidayakan, pmbudidayaannya tidak memerlukan lahan yang luas, masa produksinya relative cepat yaitu 1-2 bulan sejak pemberian bibit,  sehingga periode dan waktu panen lebih singkat dan kontinyu.

Media pokok  yang digunakan sebagai media tanam jamur tiram ialah limbah pertanian serbuk gergaji kayu. Kita dapat memanfaatkan limbah serbuk gergaji tersebut sebagai media tanam jamur tiram. Jamur diproduksi dengan bahan organic tanpa penambahan pestisida.

Kesadaran masyarakat terutama perkotaan untuk lebih banyak mengkonsumsi produk pangan yang ssehat telah ikut  mendorong industry jamur. Prospek usaha budidaya jamur timar masih terbuka sangat lebar dan sekaligus bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.

2. Visi perusahaan

Pembudidayaan Jamur ini memiliki  visi (pandangan) jamur dapat menyehatkan dan menambah pemasukan perekonomian  rumah tangga.

3. Misi perusahaan

Misi (tujuan besar) memperkenalkan jamur kepada masyarakat umum.

B. TUJUAN

Usaha pembudidayaan jamur tiram ini dibagi menjadi tujuan dari sudut pandang pengguna, pengelola, dan keuangan.

Oleh pengguna (masyarakat umum),
Jamur dapat sebagai pemenuh kebutuhan gizi masyarakat.  Kandungan proteinnya yang tinggi dapat menggantikan ikan dan daging yang harganya relative mahal.

Untuk pengelola,
Jamur tiram memberi kesempatan yang terusmenerus untuk memperbaiki diri, termasuk meningkatkan ketrampilan teknis dan dapat membuka lapangan pekerjaan

Secara keuangan,
Pengusaha  ingin mendapatkan penghasilan bersih yang terus meningkat, yang pada tahap awal (tahun pertama) cukup untuk menutup biaya operasional Telecenter, dan pada tahap selanjutnya cukup untuk mengganti / mengembalikan modal awal dan memungkinkan Telecenter untuk berkembang dan menambah layanan-layanannya.


C. MANAJEMEN

Nama Perusahaan                               : Pembudidayaan Jamur Tiram (PJT)
Nama Pemilik/Pimpinan Perusahaan     : NunuChaya, 
Bidang Usaha                                     : Agrobisnis
Jumlah Karyawan/Tenaga Kerja           :  1 orang


E. PEMASARAN

Produk yang Dipasarkan                : Jamur tiram
Sasaran Konsumen/Pembeli           : Masyarakat umum
Wilayah Pemasaran                                   : Indonesia


F. PEMBIAYAAN

1.      Perhitungan sederhana analisis usaha pembuatan baglog jamur. Biaya pembuatan per satu baglog jamurtiram dengan rincian:

·         Serbuk kayu                            Rp   135,-
·         Dedak Bekatul                         Rp   115,-
·         Biji Jagung                               Rp   225,-
·         Kapur                                      Rp     10,-
·         Bahan bakar                            Rp     75,-
·         Plastic                                      Rp   125,-
·         Gula pasir/ molase                   Rp     40,-
·         Kapas/ kertas koran                 Rp     25,-
·         Bibit                                         Rp   155,-
·         Tenaga kerja                            Rp   250,-
·         Lain-lain                                  Rp   100,-
Jumlah                                     Rp 1255,-

Harga Pokok Produksi             Rp 1255
Harga Jual Produksi                 Rp 1800,-

Keuntungan Rp 545,-/baglog

2.      Perhitungan sederhana analisis usaha budidaya jamur tiram kapasitas 3000 baglog (bibit produksi / baglog dibuat sendiri)
Penjualan jamur tiram segar

Analisis hasil penjualan jamur tiram segar jika 3000 baglog dibudidayakan sendiri. Modal produksi untuk membuat 3000 baglog :3000 x Rp 1225 = Rp 3.765.000
Resiko kegagalan 10 % : 3000 x 10% = 2700 baglog

Media  tumbuh jamur/ baglog dengan jumlah skala kecil/ rumahan 3000 baglog, kemudian tumbuh jamur 3-4 kali keluaran jamur setiap  baglog, atau 0,35 x berat media:
            0,35 x 1,5 kg               = 0.525 kg/ baglog
            0.525 x 2700 baglog    = 1417.5 kg

Jika harga jual jamur tiram per kilogram Rp 8000,-
Maka Rp 8000,- x 1417,5 kg = Rp 11.340.000 – Rp 3.765.000 = Rp 7.575.000,-perolehan kotor penjualan jamur tiram segar, selama 4 bulan, atau  Rp 1.893.750,-
Per bulan.

Analisa di atas  masih harus dikurangi dengan beberapa  pengeluaran seperti:
-       Upah kerja
-       Biaya listrik air
-       Biaya pembuatan kumbung
-       Biaya transportasi

3.      Perhitungan sederhana analisis usaha budidaya jamur tiram kapasitas 5000 baglog (bibit produksi / baglog dibuat sendiri)

Analisis hasil penjualan jamur tiram segar jika 5000 baglog dibudidayakan sendiri. Modal produksi untuk membuat 5000 baglog : 5000 x Rp 1225 = Rp 6.275.000
Resiko kegagalan 10 % : 5000 x 10% = 4500 baglog

Media  tumbuh jamur/ baglog dengan jumlah skala kecil/ rumahan 5000 baglog, kemudian tumbuh jamur 3-4 kali keluaran jamur setiap  baglog, atau 0,35 x berat media:
            0,35 x 1,5 kg               = 0.525 kg/ baglog
            0.525 x 4500 baglog    = 2362.5 kg

Jika harga jual jamur tiram per kilogram Rp 8000,-
Maka Rp 8000,- x 2362,5 kg = Rp 18.900.000 – Rp 6.275.000 = Rp 12.625.000,-perolehan kotor penjualan jamur tiram segar, selama 4 bulan, atau  Rp 3.156.250,-
Per bulan.

Analisa di atas  masih harus dikurangi dengan beberapa  pengeluaran seperti:
-       Upah kerja
-       Biaya listrik air
-       Biaya pembuatan kumbung
-       Biaya transportasi

4.      Perhitungan sederhana analisis usaha budidaya jamur tiram kapasitas 7500 baglog (bibit produksi / baglog dibuat sendiri)

Analisis hasil penjualan jamur tiram segar jika 7500 baglog dibudidayakan sendiri. Modal produksi untuk membuat 7500 baglog :7500 x Rp 1225 = Rp 9.412.500
Resiko kegagalan 10 % : 7500 x 10% = 6750 baglog

Media  tumbuh jamur/ baglog dengan jumlah skala kecil/ rumahan 7500 baglog, kemudian tumbuh jamur 3-4 kali keluaran jamur setiap  baglog, atau 0,35 x berat media:
            0,35 x 1,5 kg               = 0.525 kg/ baglog
            0.525 x 6750 baglog    = 3543,5 kg

Jika harga jual jamur tiram per kilogram Rp 8000,-
Maka Rp 8000,- x 3543,5 kg = Rp 28.350.000 – Rp 9.412.500 = Rp 18.937.500,-perolehan kotor penjualan jamur tiram segar, selama 4 bulan, atau  Rp 4.734.375,-
Per bulan.

Analisa di atas  masih harus dikurangi dengan beberapa  pengeluaran seperti:
-       Upah kerja
-       Biaya listrik air
-       Biaya pembuatan kumbung
-       Biaya transportasi

5.      Perhitungan sederhana analisis usaha budidaya jamur tiram kapasitas 10000 baglog (bibit produksi / baglog dibuat sendiri)

Analisis hasil penjualan jamur tiram segar jika 10000 baglog dibudidayakan sendiri. Modal produksi untuk membuat 10000 baglog :10000 x Rp 1225 = Rp 12.550.000
Resiko kegagalan 10 % : 10000 x 10% = 9000 baglog

Media  tumbuh jamur/ baglog dengan jumlah skala kecil/ rumahan 10000 baglog, kemudian tumbuh jamur 3-4 kali keluaran jamur setiap  baglog, atau 0,35 x berat media:
            0,35 x 1,5 kg               = 0.525 kg/ baglog
            0.525 x 9000 baglog    = 4725 kg

Jika harga jual jamur tiram per kilogram Rp 8000,-
Maka Rp 8000,- x 4725 kg = Rp 37.800.000 – Rp 12.550.000 = Rp 25.250.000,-perolehan kotor penjualan jamur tiram segar, selama 4 bulan, atau  Rp 6.312.000,-
Per bulan.

Analisa di atas  masih harus dikurangi dengan beberapa  pengeluaran seperti:
-       Upah kerja
-       Biaya listrik air
-       Biaya pembuatan kumbung
-       Biaya transportasi


G. KESIMPULAN

Jadi pembudidayaan jamur tiram ini layak didirikan, selain jamur memiliki banyak manfaat untuk masyarakat, jamur juga dapat meningkatkan pemasukan keuangan rumah tangga.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
;